Beautiful Lombok

Lombok Timur
Lombok Timur

Mungkin semua orang sudah tahu Bali itu bagaimana, bahkan orang luar negri banyak yang lebih mengenal Bali dari pada Indonesia, padahal Bali itu salah satu profensi Indonesia, Bali terkenal akan industri wisatanya, mulai dari pantai budaya, SPA dan kuliner, serta menjadi salah satu tujuan wisata nomor satu di Indonesia, setelah Jogja nomer 2, sehingga saking terkenalnya dan menjadi tujuan favorit para pelancong, maka tak ubahnya sekarang Bali menjadi sangat padat dan ramai sekali, apalagi di musim liburan atau tahun baru kemaren. di pastikan macet disana-sini, terutama daerah kuta dan seminyak.
mungkin perlu anda mencoba untuk pergi ke pulau seberang bali yang tak kalah indahnya, ya nama pulau itu Lombok, dan ibokotanya adalah Mataram, di lombok ada gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah puncak cartens jaya wijaya dan gunung kerinci yang namanya gunung Rinjani. Yang terkenal di lombok atau yang biasanya di kunjugi wisatawan adalah lombok barat, disana ada Gili trawangan, Gili meno dan gili air, tetapi kalau anda mau yang lebih alami dan masih sepi patut anda coba kunjungi adalah lombok timur, disana ada Gili Kondo, Gili bidara,Gili lampu(hutan bakau) dan Gili Kapal.
beberapa waktu yang lalu saya coba kesana dengan beberapa teman untuk mengetahui lombok itu gimana, ternyata kami tak habis kagumnya dari pantai ke pantai yang lain di lombok timur dan lombok tengah sangat bagus dan indah sekali, mungkin ini pulau terindah dan tercantik yang pernah saya kunjungi.
sebelum nyebrang ke gili kondo
sebelum nyebrang ke gili kondo

Gili Lampu
Gili Lampu

Gili Bidara
Gili Bidara

Tanjung An
Tanjung An

Pantai Seger
Pantai Seger

Pagelaran Wayang di dataran tinggi Dieng

 

Super dingin udara dataran tinggi Dieng, tak menyurutkan penduduk setempat untuk menyaksikan fertival budaya yang di gelar mungkin setahun sekali, dengan berbondong-bondong, dengan jaket tebalnya, dengan berselimut sarung, mereka menikmati sekali pagelaran budaya wayang, wayang merupakan salah satu kesenian Indonesia yang saat ini masih berkembang di wilayah jawa dan bali, selain itu juga beberapa daerah sumatra dan semenanjung melayu juga memiliki budaya wayang yang terpengaruh oleh budaya jawa dan hindu.

 

Mengejar Sunrise Bromo.. Pagi Menjelang, Secercah Harapan Datang – 3

 

Malam makin larut, begitu juga perut ini, semakin malam semakin keroncongan neh perut, nasi bungkus yang sudah masuk perut dari cirebon teryata tak membuat cacing-cacing di dalam perut ini terpuaskan hingga pada saatnya nanti sampai di malang harapku, tak banyak hal yang kami bisa lakukan, selain hanya memejamkan mata, melek dan bercanda kembali dengan teman-teman, main kartu sebentar, terus tidur lagi.. bangun lagi.. dan kehausan, tapi di sinilah letak kekurang nyamanan di kereta ekonomi yang kami tumpangi ini, selain agak lama alias pelan, masih banyak pedagang yang hilir mudik lalu lalang di dalam gerbong, tak ubahnya gerbong kadang seperti pasar yang berjalan, setiap satu menit hingga lima menit pasti ada pedangan yang berjualan dan lalu lalang di dalam gerbong, kadang terasa sangat kurang nyaman karena sangat menggangu ketika penumpang akan tidur dan beristirahat, tapi di sisi positifnya adalah penumpang tidak perlu kawatir untuk kelaperan, karena para pedagang telah menyiapkan dagangannya dari kue-kue kecil untuk sekedar cemilan, sampai nasi bungkus pun ada, seperti yang aku tunggu-tunggu saat itu jam 4 pagi buta sebelum subuh, kereta baru sampai di madiun, ingat kata-kata “Madiun” langsung nyambung neh otakku kalau pecel yang enak itu dalam kosakata perut dan otakku hanya ada dua, yaitu pecel madiun dan pecel ponorogo, gak lama setelah aku terbangun dari tidur-tidur ayamku(tidur yang dikit-dikit bangun) lewatlah pedagang yang menjajakan nasi pecel… langsung tanpa ba bi bu.. saya pesen 1 bungkus, piro pak’e sego pecele? tanyaku dalam bahasa jawa kepada sang pejual yang artinya berapa pak nasi pecelnya?” sang penjualpun langsung menjawab “telongewu mas” (tiga rbu”) langsung ku keluarkan duit recehan dari saku celanaku sebelah kanan, satu lembar uang seribuan, dan satu lembar uang pecahan dua ribu rupiah, jadi totalnya pas tiga ribu, “iki pak’e duite pas telongewu yo, matur suwon” “ini pak, uangnya pas tiga ribu ya, terima kasih” langsung saja ku buka bungkusannya, isinya memang gak begitu banyak hanya nasi sedikit, di tambah dengan tempe dan seplastik kecil bumbunya beserta tidak lupa sayur sedikit juga, ya sebanding lah dengan harganya yang cuman tiga  ribu rupiah saja, kalau di Jakarta uang 3 ribu dapat apa ya? parkir motor aja dua ribu.. hehehe.. ku buka plastik yang berisi bumbu pecelnya, ku amati kok agak encer ya? tapi masa bodo ah, perut ini sudah tidak sabar lagi untuk menyantap pecele madiun favoritku dan wow.. meskipun agak encer sambelnya tapi taste rasa khasnya itu masih ada, gurih-gurih manis sedkit pedes gimana gitu hehehe, tapi memang gak seenak pecel madiun kesukaanku ku dulu yang waktu kuliah menjadi makanan favorituku, kebetulan dulu ada teman kuliah yang membuka usaha warung pecel madiun di jember, aku dulu sering makan di sana, meskipun agak mahal bagiku untuk seukuran kantong mahasiswa tapi aku sukan makan di sana, kebetulan teman saya ini rajin dan pintar, sehingga aku dan temen-temen sekelas yang lain sering nongkrong disana sambil belajar bareng dan bertanya tentang mata kuliah yang rumit-rumit seperti rangkaian listrik, dan teory medan listrik yang menjadi momok mata kuliah setiap mahasiswa teknik elektro, hanya mahasiswa yang beimajinasi tinggi dan berotak encer saja yang bisa mendapatkan nilai bagus di mata kuliah tersebut.. hehehe. lumayan sekali gayuh..dua..tiga pulau terlampaui.. perut kenyang, ilmu pun makin dalam hehehe.. gak kerasa dalam waktu lima menit nasi bungkus langsung abis, aku makan dengan lahapnya, kebetulan nasinya masih hangat, jadi makin mantablah itu pecel yang hanya tiga ribu rupiah saja. gak lama kemudian om kelik yang berada di sampingku langung terperanga melihat diriku dengan lahapnya menyantap nasi pecel madiun, dengan mata merah yang masih terlihat kantuk-kantuk gitu om tak menyurutkan rasa penasarannya mengenai apa yang sedang ku makan, makan apa li? tanya om kelik padaku.. makan pecel madiun om, coba deh om coba enak gal, balesku, setelah itu om kelik mencoba sesuap nasi pecel yang ada di tanganku… wuih enak juga li, beli di mana? makin penasaran si om kelik, ntu om kelik ntar lagi juga ada yang jualan, dan betul saja, gak lama kemudian sanga penjual pecel lewat di gerbong, jadilah om kelik beli satu bungkus juga, dengan lahapnya akhirnya kami makan pecel berudua dengan om keliak sementara yang lainnya masih terlelap di tidur panjangnya, sepanjang gerbong kereta api mata remaja ini… hahaha.

Aha lumayan ni perut sudah kenyang dengan pecel madiun yang tiga ribu rupiah saja, sesaat kemudian habis makan terbitlah ngantuk hahaha… jadi seperti makan sahur jam 4 pagi yang biasanya di hari-hari pertama dengan mata terkantuk-kantuk makan nasi seadanya, apalagi yang masih ngekost, mau nyari makan keluar di jam 3 pagi itu beraaaat banget rasanya, sepertinya butuh perjuangan besar untuk cari makan sahur di jam 3 tersbut, seperti perjuangan anak kuliah yang di kasih tugas mulu setiap hari sama dosennya… wkwkkw,  ku pejamkan mata ini sebentar saja mata ini  sambil menikmati kenyangnya perut yang kadang membuat malas berpikir karena kalau perut kekenyangan biasanya males mikir karena energi kita lari semua ke perut untuk mengolah makanan yang sudah kita masukkan ke dalam perut, jadi si Otak gak dapet bagian energi, kalaupun dapet pasti sedikit, jadilah ngantuk adanya sesaat setelah makan… teory kasarnya sih gitu. tapi kalau …dasarnya orang suka tidur, baik dalam keadaan perut keroncongan maupun kekenyangan tetep aja bisa tidur kayak aku… hahahaha…

Di ujung ufuk timur sana sepertinya sang fajar sudah menyambut kami yang terlelap dalam gerbong kereta, dengan seberkas sinar jingganya menyapa lembut kulit kami dari balik jendela sebelah kanan ku, bergegas kemudian aku langsung bangun dan mengeluarkan kamera di dalam tas kecilku yang selalu kubawa kemanapun, ku lihat samping kanan kiri ternyata teman-teman masih tidur, tetapi di beberapa kursi di depan dan belakangku sudah mulai bangun, setalah ku keluarkan kameraku, siaplah aku untuk membidik dan mengabadikan indahnya sang fajar di pagi yang melelahkan ini. tidak puas aku dengan posisi yang sekarang, kemudian aku mencari beberapa titik spot yang cocok dan pas untuk membidik dan menekan shutter release cameraku beberapa kali aku harus berpindah-pindah dari sebelah kanan gerbong ke sebelah kiri gerbong. kebetulan di gerbong depan ternyata gak banyak orang, hanya beberapa orang yang sudah terbangun sambil menikmati sarapan atau sekedar minum kopi di pagi hari, nampak juga om kelik dan mbak ria di situ yang sedang asyik menikmati kopi di pagi hari dan menikmati sejuknya udara yang kebetulan melewati persawahan di daerah blitar. dari sebelah kanan ku bidik beberapa foto kuningnya senja, namun kadang-kadang senja beralih di sebelah kiri kereta karena jalannya kereta yang berbelok-belok. tak puas aku dengan beberapa bidikan, akhirnya aku putuskan untuk berpindah di sisi sebelah kiri tepatnya di pintu belakang sambil menikmati hijau dan kuningnya persawahan yang berisi tanaman padi yang beberapa petaknya siap untuk di panen. pagi pun menjelang, secercah harapan datang dan selamat tinggal malam yang kelam dan penuh kegelapan

 

sang fajar malu-malu di balik pohon

IMG_3635_fhdr

sawah yang sebagian tanaman padinya siap untuk di panen

IMG_3615_fhdr

IMG_3613_fhdr

IMG_3614_fhdr

IMG_3615_fhdr

berkendara motor di tengah persawahan

IMG_3638_fhdr

mataremaja mengejar sang fajar

IMG_3622

IMG_3626

indahnya sinar matahari di pagi hari

IMG_3647_fhdr

IMG_3658_fhdr

 

sengaja banyak foto yg versi HDR hehehe Smile

 

cerita sebelumnya ada disini:

Mengejar Sunrise Bromo… hos…hos… (1)

Mengejar Sunrise Bromo… Kereta Kegelapan(2)

 

to be continued…

Mengejar Sunrise Bromo… Kereta Kegelapan(2)

Tulisan ini adalah sambungan tulisan saya sebelumnya di sini hos..hos..

Tepat setelah magrib, kereta pun berjalan kembali, enam nasi bungkus yang sudah di beli teman-teman tadi sudah ada di meja kecil yang terdapat di depan kursi masing-masing tiap penumpang yang letaknya dekat dengan jendela, mejanya kecil mungkin seukuran permukaan alat pemukul bola pingpong dan gak lebih besar daripada sebuah piring makan, ya lumayan lah buat naruh sekedar minuman dalam botol besar air mineral dan sejumlah cemilan yang bisa di makan di sepanjang perjalanan. kali ini lampu tetap mati alias padam, dan tanpa penerangan pula serta pengap dan sedikit bonus bau badan, ketika merasa kelaperan maka beberapa teman kami makan di tengah kegelapan yang di barengi dengan sinaran lampu senter dari handphone, seperti handpone andalan saya, nokia jaman jadul, yang salah satu featurenya adalah lampu senter, so sangat berguna sekali pada situasi kali ini, oh iya kenapa handhone jadul saya tersebut masih jadi andalan dan selalu menemani saya dalam setiap traveling atau kegiatan saya sehari-hari dari mulai bangun tidur di pagi hari karena bunyi alarmnya yang kuenceng banget sampe-sampe bisa serumah bangun semua gara-gara tu alarm kenceng banget bunyinya….hahaha… sampe ngantor pun saya bawa karena daya tahan batrenya yang sangat kuat, bisa-bisa 5 hari baru ngecharge sekali, di bandingkan dengan smartphone yang sehari bisa ngecharge 2 kali… Smile with tongue out #tepokjidat.. mbok ya kalau perkembangan teknologi gadget itu ya di iringi dengan perkembangan di bagian power alias energi, tidak hanya pada fungsi alias kemampuannya saja.. gadget boleh canggih..bisa ini bisa inu… bisa maenin video, bisa internetan, bisa bbman tapi kalau gak ada perkembangan bidang energynya alias powernya alias batrenya ya sama saja.. pas asyik telponan sama emak eh batre abis,jadi kesel kan lo.. anak kurang ajar lo ya di ajak bicara malah di matiin HPnya! pas smsan sama pacar eh handphone mati… bisa mati pula lah cinta kau itu lay! (baca dengan logat batak) hahaha….

Kereta terus melaju dengan kencang, makin kencang pula ini bunyi perut yang kelaparan karena cacing-cacing penghuni perut mulai demo dan berontak karena kelaparan juga hahaha, akhirnya di tengah kegelapan ku santaplah nasih bungkus yang di beli tadi waktu di stasiun cirebon, aku berdoa sebelum makan, semoga tidak terkena ranjau alias cabe rawit hijau yang pedesnya super yang bisa di ibaratkan pedesnya itu seperti kripik mak icih level 5… kalau gak biasa makan pedes, di jamin dhower ewer..ewer….setebal bibir tukul…. wkwkkwkw…. dengan perlahan-lahan..hati-hati sambil mencoba menerjemahkan kiranya benda apa yang ada di mulut sebelum di gigit beneran, kiranya itu permukaannya halus dan gak ada rasanya dan juga bentuknya kecil kira-kira 3cm jangan di gigit… karena itu cabai hijau,  jangan sampai kalau kegigit cabe hijau yang super pedes itu nanti kau kebakar mulutmu..wkwkkwkw…kriuk kres… pedes… ya tuhan… akhirnya aku kena ranjau cabe rawit hijau yang super pedas itu… bergegas aku teriak… air..mana air…air… hua…hua… pedeeeesss cuuuuk… hahahha…langsung ku sambar sebungkus air yang ada di meja…glek..glek… langsung abis tuh subungkus plastik air putih dari cirebon.

Setelah beberapa saat berjalan sebelum sampai di semarang, kereta berhenti, entah apa nama tempatnya, kalau gak salah namanya labuhan, kami sempat bertanya-tanya di dearah mana ya kita berhenti ini? dari sebelah kanan tampak gelap dan banyak pepohonan sementara sebelah kiri tampak seperti danau yang ada airnya, akhirnya untuk menghilangkan rasa penasaran, aku turun dari kereta, dan ketika ku lihat… ternyata itu laut.. hahaha..

Sekitar pukul 11 malam, kereta nyampe di Semarang, kereta berhenti cukup lama, kirain keretanya mogok ternayata pihak KAI menambah satu gerbong lagi tepat di gerbong kami, sebuah gerbong kosong dengan separuhnya ada semacam genset yang di pasang di dalamnya, ternyata memang bukan kelistrikannya rusak, tapi memang gak ada gerbong yang ada genset pembangkit listriknya.. wkwkkw….sampe malang pun akan gelap gulita kalau gak ada tambahan gerbong tersebut.

Tidak lama kemudian, kereta melanjutkan hasratnya berlari kencang dengan cukup penerangan, sesekali kami saling bercanda, sesekali sambil menikmati terangnya bulan pernama di balik jendela, kebetulan malam itu bulan lagi terang-terangnya, lalu aku keluarkan kamera dari tasku untuk mengabadikan bulan purnama yang cantik sekali, bulan purnama yang penuh kedamaian, bulan purnama yang mendatangkan rasa kekaguman akan ciptaan Tuhan, tapi hasilnya gak sebagus yang aku harapkan, memotret di malam hari dan berada pada objek yang bergerak tidaklah gampang Smile with tongue out .

 

Tita dan Lina makan di tengah kegelapan

IMG_3589

IMG_3588

elly dan melisa tetap bergaya meskipun sedang tidur.. hahaha

IMG_3605

 

IMG_3600

 

Indahnya bulan purnama

IMG_3592

kereta berhenti di persimpangan

IMG_3596

 

to be continued….

Mengejar Sunrise Bromo… hos…hos… (1)

Waktu terus berlalu, dan sudah menunjukkan pukul 11 siang,  sementara temen saya si nana saat ini masih terjebak dikemacetan puncak, saya kawatir nana terjebak dalam periode buka tutup yang berlaku di puncak,dan bisa-bisa sore dia nyampe jakarta, awalnya sudah kusarankan untuk menggunakan travel bandung jakarta yang saat ini tersedia banyak pilihan, mulai dari baraya, cipaganti, dan sebagainya. atau menggunakan kereta api yang lebih bisa di andalkan untuk tidak terjebak kemacetan di jalan raya, apalagi waktu itu adalah long weekend, yang biasanya banyak orang melakukan traveling untuk sekedar liburan atau hanya jalan-jalan untuk mengurangi kebosanan di tempat kerja atau kota masing-masing, nana ini teman saya yang bekerja di Singapore, dulu pernah satu kantor dengan saya ketika saya masih kerja di pursahaan besar jepang yang ada di Batam sana, jadi sayang sekali kalau nana tidak bisa ikut dalam rombongan trip kali ini alias sia-sia sudah liburan kali ini yang memang dia rencanakan khusus untuk menikmati bromo yang sudah terkenal itu dengan keindahan alamnya beserta hunting photo, sempat terpikir ngasih solusi nana agar menggunakan jasa ojek sampai kebawah atau stasiun bogor, kemudian dari stasiun bogor naek kereta ke stasiun kota dan dari stasiun kota tinggal melanjutkan ke stasiun senen. tapi apa di kata, ternyata tukang ojeknya di daerah situ memasang tarif yang amat-amat mahal dan berkali-kali lipat, yaitu sekitar 200rebu… gila ku pikir ni tukang ojek, maen tembak aja di saat orang lagi butuh. tapi untunglah nana tidak jadi menggunakan jasa ojek, karena bus yang di tumpangin nana bergansur-angsur melaju perlahan-lahan untuk menuju jakarta, waktu itu sudah menunjukkan pukul 12.. cukup getar-getir juga saya apakah nana bisa sampai di stasiun senen jakarta pada pukul 14:00 WIB, karena kereta mataremaja jurusan malang yang akan kita gunakan berangkat pukul 14:00 WIB. pukul 13:15 akhirnya nana sampai di terminal kampung rambutan, dengan di lanjutkan memakai jasa tukang ojek tentunya karena ojek merupakan solusi paling tepat disaat-saat waktu yang sempit dan dan parahnya kemacetan kota Jakarta ini, tepat pukul 14 akhirnya  dengan nafas ngosan-ngosan dan berlari-lari nyampailah nana di stasiun senen..hos…hos…

Pukul 13:09 saya sampai di stasiun senen sebetulnya, mengingat tempat tinggal saya deket sama stasiun senen maka saya sengaja berangkatnya agak nyantai atau belakangan, orang tinggal naek ojek 15 menit nyampe deh hehehe…. sedangkan teman-teman sudah panik, beberapa kali BBM dan sms kok jam 13an belum nyampe di stasiun senen karena meraka pada berangkat dari rumah ada yang dari rumah jam 11 siang, tenaaaang… gw tinggal naek ojek 15 menit nyampe kok balesku pada temen-temen yang sudah menunggu di stasiun senen.  ketika saya sampai di stasiun senen saya lihat begitu banyak para backpcker yang sedang menunggu kereta, saya pikir bukan rombongan kita, eh ternyata nantinya dalam satu gerbong dan rombongan kami juga, pada awalnya saya ikut rombongan lina yang di koordinir oleh manda, eh ternyata itu rombongan-rombongan kecil yang di jadiin satu menjadi rombongan besar yang terdiri dari 6 rombongan kecil yang beranggotakan 15 orang. jadi totalnya kira-kira 15 X 6 sama dengan 90an orang kurang lebih karena satu kelompok atau rombongan kecil tersebut ada yang kurang 15 orang atau lebih. jadilah kita seperti menyewa 1 gerbong kereta api yang kapasitasnya 108 kursi untuk satu gerbong, belum lagi ternyata ada beberapa temen yang sengaja membeli 2 tiket agar bisa tidur… mengingat perjalanan yang panjang sekali dari jakarta ke malang.

Dan kereta mulai berjalan dengan pelan-pelan meninggalkan Jakarta untuk menuju malang tepat pukul 14:10 WIB, jujur saja ini pengalaman pertama saya naek kreta ekonomi jarak jauh dari malang ke jakarta selain naek kereta dari jember ke jogja sewaktu saya kuliah dulu ketika mengantarkan teman yang tidak ketemu sama keluarganya lebih dari dua tahun mengingat jauhnya rumah dia di sorong sana, dalam bayangan saya kereta ekonomi ini jorok, kotor dan banyak kriminalitas alias copet, tapi karena rombongan banyak akhirnya saya beranikan untuk mengikuti rombongan ini, tetapi begitu masuk ternyata ini bersih lho, dan ketika saya cek toiletnya juga bersih. well.. lumayan lah untuk perjalanan jakarta malang, yang mungkin kalau di ukur jaraknya ada kalau 1000km dengan mengeluarkan uang hanya sekitar 50rebuan, kalau di bandingkan dengan kelas bisnis apalagi pesawat yang mungkin bisa satu juta lebih untuk jakarta malang. so it’s worthed lah untuk 50rebu sampe malang dari jakarta hahahha… 

kira-kira stasiun cikarang kereta berhenti, mungkin ada penumpang yang mau naek atau ada yang mau turun, di sini lah mulai banyak pedagan asongan yang masuk ke gerbong kereta api, mulai dari jualan makanan, gorengan, nasi bungkus, atau sekedar orang yang sekedar membersihkan kolong kursi dan meminta imbalan seiklasnya, yang aneh lagi ada orang menyemprotkan pengharum di sela-sela bangku yang kita duduki kemudian meminta imbal balik sebaliknya… aneh-aneh aja ya…hehehhe

Hari semakin gelap, dan kereta pun semakin pengap dan panas, sayang lampu dan kipas anginnya tidak menyala, makin kerasa lah lengket ini tubuh yang penuh dengan keringat, kami pikir hanya rusak sementara ini kelistrikannya, tetapi sampai cirebon pun masih belum nyala kipas anginnya.. hahahha.. sesampai cirebon, kereta berhenti sekitar 20menit untuk istirahat, di waktu senggang itu kami manfaatkan untuk membeli nasi bungkus di stasiun cirebon, dengan cukup mengeluarkan gocek 10rebu udah dapat nasi sebungkus, dengan bonus 1 plastic air putih untuk di minum.. hehhe…

di sela-sela waktu istirahat itu saya manfaatkan untuk turun dari kereta api, sekedar menghirup udara segar, cukup segar bila di bandingkan dengan yang di dalam gerbong yang tidak di lengkapi dengan kipas angin… untung saja tidak ada yang kentut di dalam gerbong, coba bayangin apa jadinya kalau ada yang kentut di dalam pengapnya gerbong… bisa-bisa mabuk semua tuh penghuni satu gerbong…wkwkkw…

 

Kereta ketika berhenti di cirebon untuk beristirahat.

IMG_3565_fhdr

 

sembari menunggu kereta berjalan untuk membunuh kebosanan kita berfoto-foto

IMG_3578

om keliiiik…. jangan bunuh diri… kasihan anak bini nunggu di rumah…. hahahaha

IMG_3573

IMG_3566

menikmati nasi bungkus yang sudah kita beli di stasiun cirebon.

IMG_3580

IMG_3581

Manda dengan Oreo di Giginya…wkwkwkkw…

IMG_3586-2

 

ok, cerita sampai di sini dulu ya… next saya tulis seri 2 .. hehehe

new comer

This new comer on my family , the 12nd nephew.. so many right? 😛 she so cute, we call nia.. she second child from my second sister, the old one is girl also, and on level 5 at primary school, she so big and also clever, becouse she often on rank number 1, we proud it, and when i meet her always give new chalenge and motivate if get rank number 1 on her class i will give new bag or new shoes. of course i always motivated the other nephew if get rank number 1 i will give prize  🙂
maybe  this the way i motivate them, because the new world will passing by them is more complicated, new challenge on looking job, new challenge doing something better then before.
so congrats to my sister on new cute baby, we hope new baby will give happiness always 🙂
Image
Image





welcome the the world Nia 🙂

De Daun

Saturday 8:00 AM

s : morning…

me: morning to..

s:hi did u already wake up?

me: of course(actually i am under blanket) xixixi

s: what u’r plan today?

me: dont have

s:hmm.. lets take same good air to some place…

me: where?

s: bogor may be…?

me: oke.. let’s me take bath

 

and after that we going by the train for 2 hours

 

Image

Image

 

Image

Image

Image

Image

Image

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

 

Image

Image

 

 

 

Image

 

Mochi

Bentuknya yang lembut…kecil-kecil imut.. dan berlapis sejenis tepung yg lembut membuat kue ini serasa nyaman di lidah, di mulut, mengunyahnya pun serasa nyaman, nenek-nenek yang giginya dah jarang pun bisa melakukannya hehehe… ya kue moci namanya, saya dapatkan ini kue setelah beli voucher di salah satu website diskonan yang mulai rame saat ini. dalam satu kotak isinya 6 biji, dan berabagai macam rasa, ada rasa coklat, rasa green tea, ketan hitam, dan lain sebagainya.

the box

Image

 

satu kotak isinya 6 biji, eh tapi yang di foto ini sudah saya makan 1 biji..hehehe

Image

 

rasa ketan hitam dan coklat adalah favorite saya 🙂

Image

 

habis sekotak masih pingin nambah lagi.. 🙂

Image